GAMBARAN MOTIVASI DAN PERAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI TAHUN 2015

  • Heny Kurniasari Universitas Adiwangsa Jambi

Abstract

Tuberculosis merupakan penyakit infeksi menular disebabkan oleh Mycobacterium
Tuberculose. Kuman masuk di saluran pernafasan, saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit.
TB paru merupakan masalah kesehatan dari sisi angka kematian, angka kejadian penyakit, maupun
diagnosis dan terapinya. Indonesia sekarang pada peringkat ke-5 negara dengan beban TB tertinggi
di dunia estimasi insidensi berjumlah 430,000 kasus baru per tahun, target keberhasilan pengobatan
yang ditetapkan 85% kita sudah mencapai 89,6%, jumlah kematian akibat TB diperkirakan 61,000
kematian per tahunnya.
Penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengetahui gambaran motivasi dan peran keluarga
terhadap kepatuhan minum obat pada penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota
Jambi tahun 2015. Penelitian telah dilakukan tanggal 21 - 24 Agustus tahun 2015. Populasi
penelitian ini adalah seluruh penderita TB paru BTA Positif sebanyak 50 orang. Pengumpulan data
diperoleh dengan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total
Sampling. Data yang digunakan data primer. Penelitian ini menggunakan analisis univariat.
Motivasi responden terhadap kepatuhan minum obat penderita TB paru di wilayah kerja
Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi didapat sebanyak 19 responden (38%) memiliki motivasi baik,
sebanyak 31 responden (62%) memiliki motivasi kurang baik. Peran keluarga responden terhadap
kepatuhan sebanyak 22 responden (44%) memiliki peran keluarga tinggi, sebanyak 28 responden
(56%) memiliki peran keluarga rendah. Kepatuhan minum obat penderita TB paru sebanyak 20
responden (40%) memiliki kepatuhan yang patuh, sebanyak 30 responden (60%) memiliki kepatuhan
yang tidak patuh.
Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan informasi mengenai
kepatuhan minum obat penderita TB paru pada keluarga dan penderita TB paru, agar tidak terjadi
akibat lanjut.

Published
2022-05-10