HUBUNGAN PERAN TEMAN SEBAYA, SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA PELAJAR SMA DI KOTA JAMBI

  • Nabila Nurfatia Program Studi Magister Ilmu Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Universitas Jambi
  • Zulfanetti Zulfanetti Program Studi Magister Ilmu Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Universitas Jambi
  • Junaidi Junaidi Program Studi Magister Ilmu Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Universitas Jambi
Keywords: perilaku seks pranikah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran teman sebaya, sosial ekonomi keluarga dan pendidikan ibu dengan perilaku seks pranikah pada pelajar SMA di Kota Jambi. Dewasa ini banyak kejadian seksual pranikah remaja yang terjadi dengan berbagai perilaku menyimpang yang dilakukan. Perilaku seksual seperti pacaran pada remaja telah mengalami penyimpangan karena disertai aktivitas seksual lainnya yang dapat menyeret remaja melakukan hubungan seks sebelum nikah, hal ini menunjukkan permasalahan dalam aspek kehidupan seksual remaja sangat memprihatinkan (Sarwono, 2012).

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental  sampling, dengan menggunakan data primer sebanyak 140 responden pelajar SMA di Kota Jambi.

Hasil penelitian ini ditemukan bahwa 1) ada hubungan yang bermakna antara peran teman sebaya dengan perilaku seks pranikah, yaitu dari 74 responden, peran teman sebaya yang memiliki pengaruh buruk pada perilaku seks pranikah menyimpang sebanyak 58 orang (78,4%) dengan nilai p-value = 0,000. 2) tidak ada hubungan bermakna antara sosial ekonomi dengan perilaku seks pranikah pelajar SMA Kota Jambi dengan nilai p-value 0,453. 3) tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan perilaku seks pranikah pelajar SMA Kota Jambi dengan nilai p-value 0,217. Teman sebaya merupakan faktor yang paling berhubungan dengan perilaku pacaran remaja dibandingkan dengan sosial ekonomi dan pendidikan ibu, hal ini karena kehidupan masa remaja lebih banyak dihabiskan bersama teman sebayanya, seperti di sekolah dan kegiatan lainnya di luar sekolah. Waktu kebersamaan remaja yang lebih banyak bersama teman sebayanya daripada orangtua mengakibatkan remaja lebih banyak terpapar oleh lingkungan di luar orangtua dan keluarganya.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-12-22