HUBUNGAN PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN PERILAKU HIGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI TAHUN 2019

  • Rica Tri Septinora Universitas Adiwangsa Jambi
Keywords: diare, air bersih

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada tahun 2013, diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada balita.Penyakit diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan seperti diakibatkan oleh memadai sarana air bersih, kebersihan perorangan, dan lingkungan yang buruk.

Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan case control yang bertujuan untuk mengetahui hubungan penyediaan air bersih dan perilaku higiene dengan kejadian diare pada anak balita. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi pada tanggal 14-21 Agustus 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami diare pada bulan Juni 2019 sebanyak 39 orang sebagai kelompok kasus dan seluruh balita sebanyak 5.586 orang sebagai kelompok kontrol. Sampel penelitian ini dengan teknik total sampling dan sebanyak 39 orang sebagai kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Analisa data dalam penelitian ini secara Univariat dan Bivariat.Penelitian ini dilakukan dengan caraobservasi dan pengisian kuesioner.

Hasil penelitian diperoleh bahwa 56,4% kelompok kasus penyediaan air bersih tidak memenuhi syarat sedangkan pada kelompok kontrol 53,8% penyediaan air bersih memenuhi syarat.Perilaku higiene 61,5% pada kelompok kasus tidak baik sedangkan pada kelompok kontrol, 74,4% perilaku higiene baik. Tidak ada hubungan penyediaan air bersih dengan kejadian diare. Ada hubungan antara perilaku higiene dengan kejadian diare.

Disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan gambaran dalam menangani penyakit diare untuk menambah program kesehatan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyakit berbasis lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-09