HUBUNGAN PENYAKIT INFEKSI DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI KURANG MENURUT INDEKS BB/U PADA BALITA USIA 6 - 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH SEPENGGAL LINTAS KABUPATEN BUNGO TAHUN 2019

  • Sri Mulyati Universitas Adiwangsa Jambi

Abstract

Masalah gizi terjadi disetiap siklus kehidupan. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.Gangguan gizi yang terjadi pada periode dua tahun pertama ini bersifat permanen, sulit untuk dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa berikutnya terpenuhi.

Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan panduan kuesioner dan pengukuran berat badan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 599 orang.Besarnya sampel sebanyak 90 orang.Penelitian ini di lakukan pada tanggal 16 – 30 Juni tahun 2019. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat.

Berdasarkan analisis univariat diketahui 51 balita (56,7%) mengalami penyakit infeksi dan 39 balita (43,3%) tidak mengalami penyakit infeksi. 50 balita (55,6%) dengan pola makan tidak baik dan 40 balita (44,4%) dengan pola makan baik, 77 balita (85,6%) dengan status gizi baik dan 13 balita (14,4%) dengan status gizi kurang. Hasil uji bivariat menunjukkan 13 balita dengan gizi kurang 12 balita menderita penyakit infeksi dan 13 balita dengan gizi kurang 12 balita memiliki pola makan tidak baik.

Terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit infeksi dengan kejadian status gizi kurang menurut indeks BB/U (p-value 0,012), dan terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian status gizi kurang pada balita usia 6 - 24 bulan menurut indeks BB/U (p-value 0,010) di wilayah kerja Puskesmas Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo tahun 2019.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-09