ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERISIKO TERHADAP PREEKLAMSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2016

  • Sri Mulyati Universitas Adiwangsa Jambi
Keywords: Paritas, Obesitas, Pekerjaan dan Preeklamsia

Abstract

Preeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang
terdiri dari hipertensi, edema dan protein urin tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan vaskuler
atau hipertensi sebelumnya, sedangkan gejalanya biasanya muncul setelah kehamilan berumur 28
minggu atau lebih. Angka Kematian Ibu merupakan indikator keberhasilan pembangunan pada sektor
kesehatan. AKI mengacu pada jumlah kematian ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan dan nifas.
Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia masih
tinggi sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup.
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain
case control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016, Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh ibu bersalin dengan preeklamsia di RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2015
sebanyak 50 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang dengan teknik total sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan lembar checklist. Analisis penelitian ini menggunakan analisis
bivariat.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa faktor yang berisiko secara signifikan adalah paritas (OR=
11,71), obesitas (OR=23,50) dan pekerjaan (OR=0,40).
Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan bahwa kejadian preeklamsia mayoritas pada nullipara
(11,71), ibu yang mengalami obesitas (23,50) dan pada ibu yang bekerja (0,41).Diharapkan kita dapat
melakukan pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang preeklamsia dan faktor-faktor yang
bisa menjadi predisposisi terjadinya preeklamsia agar dapat menghindarinya sehingga angka
kejadian preeklamsia dapat menurun.

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2016-12-17