FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENANGANAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS PADA PASIEN CEDERA KEPALA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT DAERAH KOLONEL ABUNDJANI BANGKO KABUPATEN MERANGIN TAHUN 2011

  • Gumarang Gumarang
Keywords: Penanganan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas, Cedera Kepala

Abstract

Tindakan pengobatan dan perawatan penting dilakukan pada keadaan emergency seperti
pelayanan kegawatdaruratan pada pasien kecelakaan lalu lintas. Pada kecelakaan lalu lintas
cedera kepala biasanya terjadi karena kepala yang sedang bergerak membentur sesuatu.
Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab 48%-53% dari insiden cedera kepala, 20%-28%
lainnya karena jatuh dan 3%-9% lainnya disebabkan tindak kekerasan, kegiatan olahraga dan
rekreasi. Berdasarkan laporan dari Kepolisian diketahui jumlah kecelakaan lalu lintas setiap
tahunnya mengalami peningkatan. Begitu juga dengan laporan dari Rumah Sakit Daerah
Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin angka kejadian kasus kecelakaan lalu lintas
dari tahun 2008-2010 juga mengalami peningkatan. Tahun 2008 sebanyak 1.981 kasus, tahun
2009 sebanyak 2.135 kasus dan tahun 2010 sebanyak 2718 kasus serta terbanyak adalah
cedera kepala dengan jumlah kasus sebanyak 865 kasus.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional yang bertujuan
mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan pengalaman perawat dengan penanganan
kasus kecelakaan lalu lintas pada pasien cedera kepala di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit
Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
perawat di Instalasi Gawat Darurat dengan jumlah sampel sebanyak 23 orang (total populasi).
Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara.
Hasil penelitian diketahui dari 23 perawat sebagian besar kurang baik dalam melakukan
penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yaitu sebanyak 14 (60,9%). Dilihat dari pengetahuan,
sebagian besar pengetahuan perawat tergolong rendah yaitu sebanyak 12 orang (52,2%),
sebagian besar sikap perawat tergolong kurang baik yaitu sebanyak 13 orang (56,5%) dan
sebagian besar pengalaman perawat tergolong kurang baik yaitu sebanyak 15 orang (65,2%).
Adapun simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan,
sikap dan pengalaman dengan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas dengan cedera
kepala. Melihat hasil penelitian maka perlu dilakukan seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan
di Rumah Sakit dan luar Rumah Sakit secara kontinu seperti TOT emergency, BTCLS, PPGD
agar penanganan kasus kecelakaan dapat dilaksanakan dengan baik dan optimal.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2013-05-06