FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN NYERI PINGGANG PADA PENGERAJIN BATIK TULIS DI KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI TAHUN 2012

  • Erris Erris
Keywords: Nyeri Pinggang,, Sikap Tubuh, Masa Kerja, Waktu Istirahat

Abstract

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depkes RI (2006-2008) mengenai
kejadian penyakit akibat kerja pada tahun 2005-2007, tentang 10 penyakit akibat kerja.
Berdasarkan 10 penyakit terbesar pada pekerja diketahui penyakit muskuloskeletal menempati
persentase terbesar. Hal ini terkait dengan faktor ergonomik seperti posisi yang salah,
frekuensi, lama kerja, desain tempat kerja yang tidak sesuai. Tujuan penelitian untuk
mengetahui hubungan sikap tubuh, masa kerja, dan waktu istirahat dengan keluhan nyeri
pinggang pada pengerajin Batik Tulis di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi Tahun 2012.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study,
dengan populasinya seluruh pengerajin yang bekerja pada bagian pelukisan batik di
Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi Tahun 2012 periode Januari-April tahun 2012, dengan
jumlah sampel 63 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling, instrument
penelitiannya berupa kuesioner, dengan uji Chi-square.
Hasil penelitian didapat 42 (86,66%) responden, dengan sikap tubuh yang tidak ergonomis
mengalami nyeri pinggang. Masa kerja lama (≥ 2 tahun) yang mengalami nyeri pinggang adalah
59 (93,65%) orang, 44 (69,84%) responden yang mengalami nyeri pinggang waktu istirahatnya
≤ ½ jam setelah bekerja 4 jam.
Adapun simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara nyeri pinggang dengan
sikap tubuh (p-value = 0,000), masa kerja (p-value = 0,020), dan waktu istirahat (p-value =
0,000) dengan nyeri pinggang pada pengerajin batik tulis di Kecamatan Danau Teluk Kota
Jambi Tahun 2012.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2013-05-06