HUBUNGAN PERAN KELUARGA, STATUS EKONOMI DAN PENYAKIT INFEKSI TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL V KOTA JAMBI TAHUN 2015

  • Erris Siregar
Keywords: Keluarga,, Status Ekonomi, Penyakit Infeksi, Gizi Balita

Abstract

Pada tahun 2012, Indonesia termasuk Negara kekurangan gizi nomor 5 di dunia. Jumlah balita yang
kekurangan gizi di Indonesia saat ini sekitar 900 ribu jiwa. Jumlah tersebut merupakan 4,5 persen
dari jumlah balita Indonesia, yakni 23 juta jiwa. Daerah yang kekurangan gizi tersebar di seluruh
Indonesia, tidak hanya daerah bagian timur Indonesia. Hingga hari ini Indonesia masih dihantui kasus
gizi buruk. Penyebab utama kematian pada bayi dan balita terutama masalah neonatal (prematuritas,
asfiksia, BBLR, infeksi), penyakit infeksi (diare, pneumonia, malaria, campak) dan masalah gizi
(kurang dan buruk). Gizi kurang dan terutama gizi buruk memiliki kontribusi terhadap 30% kematian
pada balita.
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case control
yang bertujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga, status ekonomi dan penyakit infeksi
terhadap status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi tahun 2015. Penelitian ini
telah dilaksanakan bulan Agustus tahun 2015 di Puskesmas Paal V Kota Jambi. Populasi dalam
penelitian sebanyak 40 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang dengan perbandingan
1:1. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara
univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara peran keluarga dengan status gizi
balita dengan nilai p-value 0,012, adanya hubungan antara status ekonomi dengan status gizi balita
dengan nilai p-value 0,013 dan adanya hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi balita
dengan nilai p-value 0,025.
Diharapkan petugas kesehatan melakukan penyuluhan kesehatan dan informasi tentang status gizi
balita menjelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar responden dapat
memahami dengan baik dan juga dengan cara memberikan leaflet, brosur, dan kegiatan promotif
lainnya seperti melakukan diskusi bersama serta meningkatkan program kerja di posyandu dalam
pemantauan gizi balita.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-01-25