Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Bakung Tahun 2020

  • Besek Darma Universitas Adiwangsa Jambi
  • Marinawati Ginting Universitas Adiwangsa Jambi
  • Septa Pratama Universitas Adiwangsa Jambi

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita  di dunia. Penyakit ini menyumbang16% dari seluruh kematian anak di bawah 5 tahun, yang menyebabkan kematian pada 920.136 balita , atau lebih dari 2.500 per hari, atau di perkirakan 2 anak Balita  meninggal setiap menit pada tahun 2015.  Di Provinsi Jambi Perkiraan kasus kejadian pneumonia sebanyak 3.15%. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Jambi Tahun 2018 cakupan penderita pneumonia di Kota Jambi sebanyak 1.113 penderita (57.05%). Tujuan penelitian untuk melihat Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Talang Bakung Tahun 2020.

Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 5 sampai 10 Agustus 2020  yang bertempat di Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi. Populasi penelitian adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung sebanyak 499 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 41 responden. Sampel diambil dengan menggunakan Teknik quata sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini secara Univariat dan Bivariat dengan uji colerasi.

Uji statistic Adanya hubungan Riwayat BBLR (p-value 0.005 dan OR : 18.00), status imunisasi (p-value 0.000 dan OR : 38.571), dan riwayat pemberian ASI Esklusif (p-value 0.000 dan OR : 48.00) dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Talang Bakung tahun 2020.

Disarankn kepada masyarakat hendaknya dapat memberikan ASI kepala anak sampai usia 6 bulan, memberikan imunisasi lengkap dan menjaga pola makan serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan seperti membuang sampah, menyapu lantai, mengepel lantai dan membersihkan debu-debu yang menempel pada dinding dan lantai rumah, agar tidak dijadikan tempat perkembangbiakan kuman, tidak menutup ventilasi, mempunyai kebiasaan untuk membuka jendela setiap hari agar sirkulasi udara lancar dan cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga dapat mengurangi kelembaban serta sedapat mungkin mengurangi kepadatan hunian dalam satu ruangan dengan balita yang sedang tidur.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-05-31