HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI KAB.BUNGO

  • Dewi Narullita Akademi Keperawatan Setih Setio
  • Erni Yuniati Akademi Keperawatan Setih Setio
Keywords: Harga Diri, Depresi, Lansia

Abstract

Penuaan akan mengakibatkan perubahan keadaan fisik, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Menurunnya fungsi fisik, psikologis, sosial pada lansia ditandai dengan menurunnya beberapa fungsi organ tubuh, seiring dengan menurunnya fungsi organ fisik juga berpengaruh terhadap adanya penurunan fungsi organ non-fisik, yang ditandai dengan munculnya masalah sosial maupun masalah psikologis. Selain itu, lansia mulaiĀ  kehilangan pekerjaan, kehilangan tujuan hidup, kehilangan teman, risiko terkena penyakit, terisolasi dari lingkungan, dan kesepian. Hal tersebut dapat memicu terjadinya gangguan mental pada lansia. Depresi merupakan salah satu gangguan mentalĀ  yang banyak dijumpai pada lansia akibat proses penuaan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan dilakukan melalui pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan self-esteem dengan kejadian depresi pada lansia di Kab.Bungo. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh responden adalah wanita (84,0%), hampir sebagian besar responden memiliki harga diri sedang (59,3%), hampir setengah responden mengalami depresi ringan (45,7%) serta ada hubungan antara self-esteem dengan tingkat depresi pada lansia. Self esteem merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Lansia yang memiliki self esteem yang positif akan selalu merasa puas dan bangga terhadap capaian yang telah ia lalui serta lansia dapat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi terhadap dirinya.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-12-22