Komparatif Gejala Menopause pada Wanita Jepang dan Indonesia: Perspektif Budaya dan Penanganan

Authors

Keywords:

Menapause, Gejalamenapause, Budaya

Abstract

 

Masa menopause bagi seorang wanita merupakan satu fase yang akan dilalui oleh setiap wanita pada usia di atas 45 tahun, meskipun demikian pada keadaan tertentu wanita dapat mengalami menopause dini di usia kurang dari 40 tahun. Sebelum masa menopause terjadi, wanita akan mengalami masa premenopause. Pada masa ini akan terjadi perubahan, yaitu fungsi reproduksi mulai menurun, perubahan hormon, perubahan fisik, maupun perubahan psikis (Linda, 2018)). Tanda-tanda menopause berbeda-beda antara individu dan budaya. Di negara-negara maju, seperti Jepang, menopause kerap dianggap sebagai perubahan alami dalam kehidupan seorang wanita dan diterima dengan lapang dada. wanita Jepang umumnya memiliki pandangan yang lebih positif terhadap menopause. Hal ini dipengaruhi oleh pola konsumsi tradisional Jepang yang kaya akan fitoestrogen, seperti isoflavon yang terdapat dalam produk kedelai (misalnya tahu dan tempe). Fitoestrogen terbukti efektif dalam meredakan gejala vasomotor seperti hot flashes (Chen et al., 2021). Ruang lingkup penelitian ini membahas tentang “Studi komparatif gejala menopause pada wanita jepang dan indonesia : perspektif budaya dan penanganan”. Adapun jenis penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. penelitian ini dilakukan di wilayah kerja di Panti Jompo Anzuen jepang. Dengan jumlah populasi usia 50-100 tahun yang telah mengalami menopause alami. Sampel total 20 responden 10 dari Indonesia di sekitar penduduk desa Cianjur yaitu, 10 dari Jepang di panti Azuen. Teknik penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Disimpulkan bahwa gejala menopause sudah mulai dirasakan oleh wanita premenopause meskipun dalam skala ringan dan menengah saja, namun pada sebagian besar wanita premenopause ini merasa agak terganggu terutama gejala kelelahan atau mudah lelah, mudah lupa, gangguan tidur dan gejala vasomotor seperti hot flash dan keringat malam. Keluhan atau gejala menopause kecemasan, rasa menyendiri atau kesepian dan depresi belum banyak dirasakan dan hanya dirasakan dalam skala ringan, karena gejala menopause lain juga belum dirasakan terlalu berat oleh para wanita premenopause. Kemungkinan besar apabila sudah benar-benar berhenti haid atau menopause, barulah gejala kecemasan, rasa menyendiri dan depresi tersebut akan dirasakan berat dan amat mengganggu.

 

References

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Komparatif Gejala Menopause pada Wanita Jepang dan Indonesia: Perspektif Budaya dan Penanganan. (2026). JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA), 5(2), 32-41. https://ejournal.unaja.ac.id/index.php/KIA/article/view/1634

Most read articles by the same author(s)