IMPLIKASI COVID-19 DALAM KONTRAK BISNIS, ANTARA FORCE MAJEURE DAN WANPRESTASI

  • Meline Gerarita Sitompul Fakultas Hukum Universitas Adiwangsa Jambi
Keywords: COVID-19 wanprestasi, kontrak bisnis, force majeur

Abstract

Penetapan COVID-19 dengan status Global Pandemic oleh WHO, yang kemudian diikuti oleh setiap negara di dunia, tak terkecuali Indonesia melalui Keppres No. 12 Tahun 2020 sebagai bencana nasional memberikan perubahan pada segala aspek kehidupan, khususnya dalam dunia usaha atau dunia bisnis. Penularan dan bahkan beresiko kematian membuat hampir seluruh negara mengeluarkan berbagai kebijakan sebagai upaya pengendalian penyebaran virus. Diperkirakan bahwa banyak perusahaan atau orang pribadi sebagai subjek hukum, tidak dapat menepati janjinya akibat global pandemic ini sehingga mengakibatkan wanprestasi. Penelitian ini mencoba untuk membahas mengenai implikasi COVID-19 apakah dapat dikategorikan sebagai Force Majeure dalam kontrak bisnis. Sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis, melalui penelitian dogmatik. Di kemudian hari, pembahasan ini kiranya akan membuka jalan untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam dunia bisnis mengenai implikasi Covid -19 yang dapat dijadikan alasan untuk tidak dapat melaksanakan kontrak karena dikategorikan Force Majeure, namun tidak serta merta semua perjanjian yang tidak dapat dilaksanakan pada masa pandemi kontrak tersebut menggunakan alasan overmacht, sebab pandemic covid 19 tidak dapat digeralisir sebagai overmacht pada setiap orang, melainkan harus dinilai secara kasus per kasus sesuai dengan situasi dan kondisi faktualnya masing masing. Situasi force majeur yang diakibatkan oleh COVID-19 tersebut tidak serta merta dapat dijadikan pembatalan suatu kontrak, namun sebagai bahan pertimbangan untuk dapat di sepakati kembali dengan adanya itikad baik

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-05