Inklusi Keuangan di Wilayah Pesisir: Studi Kasus pada Nelayan dan UMKM Pesisir di Kupang

Penulis

Kata Kunci:

inklusi keuangan, masyarakat pesisir, literasi keuangan, mixed methods, Kupang

Abstrak

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inklusi keuangan pada masyarakat pesisir di Kota Kupang dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi akses, literasi, serta pemanfaatan layanan keuangan formal. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, yaitu kombinasi pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 120 responden dari kalangan nelayan dan pelaku UMKM pesisir, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan responden, tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga keuangan. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengukur tingkat literasi keuangan, tingkat akses, serta hambatan utama yang dihadapi. Sementara itu, analisis kualitatif dilakukan dengan teknik tematik, yang mengelompokkan narasi informan ke dalam tema hambatan, peluang, kepercayaan, dan budaya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan masyarakat pesisir Kupang masih tergolong rendah, ditandai dengan dominasi penggunaan tabungan informal dibandingkan rekening bank formal. Hambatan utama adalah rendahnya literasi keuangan, minimnya akses infrastruktur perbankan, serta tingginya ketidakpercayaan terhadap lembaga keuangan formal. Namun demikian, terdapat peluang penguatan melalui pemanfaatan layanan digital banking dan program inklusi keuangan berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi peningkatan inklusi keuangan di wilayah pesisir perlu mengintegrasikan aspek literasi, teknologi, serta pendekatan budaya lokal agar lebih efektif dan berkelanjutan

Diterbitkan

2025-12-23

Cara Mengutip

Inklusi Keuangan di Wilayah Pesisir: Studi Kasus pada Nelayan dan UMKM Pesisir di Kupang. (2025). JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI), 8(2), 45-55. https://ejournal.unaja.ac.id/index.php/JMJ/article/view/1434