Teknik Birth Ball sebagai Intervensi Nonfarmakologis terhadap Durasi Persalinan Kala I
Keywords:
Birth Ball, Lama Persalinan, Kala I Persalinan, Ibu BersalinAbstract
Salah satu situasi yang dapat meningkatkan risiko masalah bagi ibu maupun bayi adalah persalinan yang berkepanjangan. Salah satu cara non-farmakologis untuk membantu kemajuan persalinan adalah dengan menggunakan birth ball. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan teknik birth ball terhadap durasi persalinan. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dan desain kuasi-eksperimental. Subjek penelitian terdiri dari 30 wanita yang sedang berada dalam fase aktif kala satu persalinan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang: kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok kontrol menerima asuhan persalinan standar tanpa metode tersebut, sedangkan kelompok intervensi melakukan aktivitas menggunakan birth ball. Pengumpulan data dilakukan menggunakan partograf dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk yang diikuti oleh uji t-test sampel independen (Independent Samples t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata durasi kala satu persalinan adalah 4,56 jam pada kelompok intervensi birth ball dan 6,46 jam pada kelompok kontrol. Dengan demikian, terdapat selisih rata-rata sebesar 1,90 jam antara kedua kelompok tersebut. Uji t-test sampel independen menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antar-kelompok, dengan nilai t sebesar -10,981 dan nilai p < 0,001. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan metode *birth ball* secara signifikan memperpendek durasi kala satu persalinan. Oleh karena itu, teknik *birth ball* dapat dianggap sebagai intervensi non-farmakologis dalam asuhan kebidanan untuk mendukung kemajuan persalinan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi ibu dan janin serta memastikan pemantauan berkelanjutan selama proses persalinan. Demi menjamin keamanan dan penerapan prosedur yang tepat, tindakan ini harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan yang kompeten.