Penggunaan Buah Mengkudu Untuk Hipertensi Pada Lansia

  • Meta Yuyun Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi-Indonesia
Keywords: Teh buah mengkudu, lansia, Hipertensi

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, mendorong perubahan pola gaya hidup masyarakat seperti perubahan sosial ekonomi, lingkungan, perubahan struktur penduduk serta perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit tidak menular (PTM).

Di Indonesia sejak dahulu telah memanfaatkan bahan herbal untuk pengobatan berbagai penyakit, karena tersedianya berbagai tanaman yang dapat dimanfaatkan dan mengurangi risiko efek samping karena penggunaan obat sintetis. Tidak sedikit orang yang berkecimpung di dunia kedokteran  modern saat ini, kembali mempelajari dan mengkaji obat secara ilmiah . Salah satu tanaman obat adalah buah mengkudu. Morinda citrifolia (Noni) telah digunakan secara luas sebagai pelengkap dan  terapi alternatif di banyak negara karena antioksidan kuatnya aktivitas dan manfaat kesehatan yang terbukti. Kecenderungan gaya hidup "back to nature" menyebabkan penggunaan obat tradisional, maupun obat herbal. Buah ini dianggap sebagai Hawaii Magic Plant karena buah  ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit (KMI, 2015).  Salah satunya yaitu dijadikan sebagai teh untuk hipertensi pada lansia Intervensi teh buah mengkudu diberikan sebanyak 5 gram selama 30 hari dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Intervensi teh buah mengkudu diberikan sebanyak 5 gram selama 30 hari dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Penggunaan mengkudu juga bisa untuk kesehatan yang laim karena mengandung vitamin C,  peningkatan kekebalan  tubuh, mencegah pembentukan plak (atero sklerosis),  penurun, penurun gula darah (anti diabetes) dan penurun kolesterol darah, obat anti radang.

Published
2019-10-04