Kacang Hijau Menambah Kadar Hemoglobin (HB)

  • Fenny Malinda Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi-Indonesia
Keywords: Hemoglobin, Anemia, kacang Hijau

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu cara non farmakologi untuk meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Menurut World Health Organization (WHO), secara global prevalensi defisiensi besi di Negara berkembang dua sampai lima kali prevalensi anemia. “Organisasi WHO menyatakan anemiamempengaruhi 1,62 juta orang di dunia (24,8%)”.[1] “Anemia secara umum merupakan suatu keadaan di mana kadar hemoglobin dan eritrosit lebih rendah dari normal”.[2]Di Indonesia sendiri, anemia gizi masih merupakan salah satu masalah gizi (disamping tiga masalah gizi lainnya, yaitu kurang kalori, defisiensi vitamin A, dan gondok endemic) yang utama di Indonesia.“Anemia gizi disebabkan oleh defisiensi zat besi, asam folat, dan / vitamin B12, yang kesemuanya berakar pada asupan yang tidak adekuat, ketersedian hayati rendah dan kecacingan yang masih tinggi”.[3]Kasus anemia di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh kekurangan Fe sehingga disebut juga anemia gizi besi.Oleh karena itu, anemia gizi besi menjadi salah satu fokus dalam perbaikan gizi masyarakat selain defisiensi vitamin A dan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). “Anemia defisiensi  besi  juga merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi terutama selama masa kehamilan”.[4]Ibu hamil dinyatakan anemia jika hemoglobin (Hb) < 11 mg/L. Kacang hijau salah satu bahan makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan untuk pembentukkan sel darah sehingga dapat mengatasi efek penurunan Hb. Kacang hijau dapat berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia karena kandungan fitokimia dalam kacang hijau sangat lengkap sehingga dapat membantu proses hematopoiesis. “Kacang hijau juga memiliki kandungan vitamin dan mineral.Mineral seperti kalsium, fosfor, besi, natrium dan kalium banyak terdapat pada kacang hijau”.[5]Kekurangan zat besi sejak sebelum kehamilan bila tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia.“Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kematian pada saat melahirkan, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, janin dan ibu mudah terkena infeksi, keguguran, dan meningkatkan risiko bayi lahir premature”.[6]

 

 

 

Published
2019-10-04