EFEKTIFITAS PEMBERIAN LIDAH BUAYA DAN TEMU LAWAK TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PRIMER

  • Dewi Astuti Anggeraini Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi-Indonesia
Keywords: Lidah Buaya, Temulawak, Dismenore

Abstract

Pubertas merupakan masa perkembangan remaja ditandai dengan matangnya organ-organ seksual. Seorang gadis memasuki masa pubertas biasanya mulai usia 10-14 tahun. Ketika mereka memasuki masa tersebut maka tubuh dan pikiran mereka juga berubah dan berkembang. Saat pubertas hormon LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone) akan terus meningkat. Peningkatan kadar hormon dapat merangsang pembentukan hormon seksual dan menyebabkan dimulainya menarche (menstruasi yang pertama). Pada saat menstruasi masalah yang banyak dialami wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang hebat dan hal ini biasa disebut dismenore. Prevalensi dismenore cukup tinggi di dunia, dimana diperkirakan 50% dari seluruh wanita di dunia menderita dismenore dalam sebuah siklus menstruasi .Prevalensi dismenore cukup tinggi dari 183 remaja, 119 (65%) mengalami dismenore dan mengalami penurunan kualitas hidup (70,6%)  menjadi mudah tersinggung, 44,5% emosi tidak stabil, dan malas melakukan pekerjaan rutin.

Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian ekstrak daun lidah buaya (aloe vera) dan temu lawak dalam menurunkan dismenore pada remaja putri.

Pada pemberian lidah buaya dan temulawak untuk menurunkan skala nyeri desminore, disarankan kelompok studi literatur dapat disosialisasikan melalui seminar, atau lokakarya dan digunakan sebagai salah satu sumber Evidence Based Practice khususnya penggunaan tanaman herbal yaitu lidah buaya dan temulawak sebagai tanaman untuk mengatasi dismenore

Published
2019-10-04