Efektivitas Terapi Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri

  • Nomita Sari Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi-Indonesia
Keywords: kompres hangat, remaja putri, nyeri dismenore

Abstract

Fenomena di kalangan masa remaja putri adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, bukan hanya dalam arti psikologis, tetapi juga fisik. Bahkan, perubahan-perubahan fisik yang terjadi itulah yang merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja pada saat desminore dilakukan terapi kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore. Studi ini merupakan tinjauan literatur untuk mengetahui kapan waktu yang tepat, lama kompres, dan bagaimana perlindungan terhadap penurunan nyeri disminore pada remaja putri. Dismenorea ditandai oleh nyeri keram yang dimulai sebelum atau segera setelah aliran menstruasi dan berlanjut selama 48 hingga 72 jam. Teknik kompres hangat dilakukan dengan cara pemberian botol berisi air dengan dengan suhu 40-46°C yang sebelumnya diukur dengan menggunakan termometer air yang disimpan pada daerah pada bagian perut bawah yang dilakukan pada remaja yang sedang nyeri haid selama 20 menit dengan selang 10 menit pergantian air panas untuk mempertahankan suhunya. Penanganan dismenore bisa dilakukan secara farmakologi yaitu dengan pemberian obat-obatan analgesik. Sedangkan secara non farmakologi melalui distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing, kompres hangat atau dingin

Published
2019-10-04