EFEKTIFITAS PENGGUNAAN DAUN SIRIH TERHADAP PEMULIHAN LUKA PERINEUM

  • Indriana Putri Barlin Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi-Indonesia
Keywords: Daun sirih, Luka perineum

Abstract

Ibu pada masa nifas yang menderita luka perineum apabila tidak dijaga dengan baik dan perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan timbulnya infeksi pada perineum. Perlukaan pada daerah perineum yang ditimbulkan saat persalinan perlu suatu perawatan yang tepat agar luka tersebut segera pulih. Penyembuhan luka perineum pada masa nifas rata-rata membutuhkan waktu 7-10 hari. Waktu ini dirasa cukup lama karena mikro organisme dapat berkembang biak dalam waktu 48 jam (2 hari), di tambah dengan kondisi perineum dalam masa nifas yang selalu lembab oleh lokhea sehingga dapat menimbulkan infeksi. Selama ini, untuk mencegah infeksi pada luka perineum dengan cara mengoleskan bahan antiseptic pada luka tersebut. Pada kenyataanya obat-obat antiseptic mempuyai kelemahan, yaitu menimbulkan alergi dan waktu penyembuhan cukup lama yaitu 7-10 hari. Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. Perawatan luka perineum dilakukan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya dengan mengunakan air rebusan daun sirih yang mempunyai efek antibiotik, berdasarkan pada efek terapi ini maka sirih juga bisa dijadikan bahan untuk perawatan luka yang biasanya digunakan dengan cara untuk cebok dan rendam. Daun sirih (Piper betle) mengandung kavikol yang bisa dimanfaatkan untuk perawatan tradisional, diantaranya untuk mematikan kuman, antioksidasi, fungisida dan anti jamur. Tujuan studi literatur ini untuk mengkaji lebih detail dari beberapa sumber tentang penggunaan daun sirih terhadap pemulihan perineum

Published
2019-10-04