Penggunaan Aromatherapy Terhadap Pencengahan Mual dan Muntah Pasca Operasi

  • Asnaina Asnaina Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi-Indonesia
Keywords: aromatherapy, mual dan muntah, pasca operasi

Abstract

Mual dan muntah merupakan komplikasi yang sering terjadi pada tahap postoperasi dengan menggunakan anestesi umum. Penanganan mual dan muntah postoperasi menggunakanterapi farmakologi dan non farmakologi. Aromaterapi dapatdijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologi. Aromaterapi adalah minyak tumbuhan yang harum dan mempunyai konsentrasi tinggi dan mudah mengalami penguapan. Prinsip utama aromaterapi yaitu pemanfaatan bau dari tumbuhan atau bunga untuk mengubah kondisi perasaan, psikologi, status spiritual dan memengaruhi kondisi fisik seseorang melalui hubungan pikiran dan tubuh pasien. Studi ini merupakan tinjauan literature untuk mengetahui kapan waktu yang tepat pemberian aromatherapy, berapa lama pemberian terapi aromatherapy dan bagaimana efek aromatherapy pada pasien mual dan muntah pasca operasi. Pemberian aromatherapy dapat menurunkan skor mual dengan pengukuran menggunakan visual analogue scale (VAS) dari skor 60 mm sebelum menggunakan aromaterapi, menjadi 43,1 mm setelah menggunakan aromaterapi selama 2menit dan turun menjadi 28 mm setelah 5 menit menggunakan aromaterapi penggunaan aromaterapi pepermint dan isopropil alkohol dapat menurunkan mual dan muntah sebesar 48%. Penggunaan aromaterapi jahe yang dioleskan pada kulit hidung sebelum operasi dapat menurunkan angka kejadian mual dan muntah post operasi sebesar 80%.

Published
2019-10-04