Pengaruh Sari Kurma Terhadap Kemajuan Persalinan Kala 1 Fase Aktif Primigravida

  • Rismawati Rismawati Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi-Indonesia
Keywords: Persalinan, Asupan Sari Kurma, Durasi Persalinan

Abstract

Proses persalinan kala 1 fase aktif berlangsung selama 6 jam, proses persalinan di perlukan pemberian nutrisi. Makan atau minum untuk menambah tenaga untuk mengejan bayi keluar, dan membantu proses persalinan berlangsung dengan cepat. Studi ini merupakan tinjauan literatur untuk mengetahui efektifitas pemberian sari kurma terhadap lama kala 1 fase aktif pada ibu bersalin. Pada proses persalinan, ibu hamil membutuhkan banyak energi untuk mendorong janin keluar, proses ini akan menyebabkan kelelahan, dan kelesuan. Kurma mengandung glukosa tinggi sederhana (glukosa, sukrosa dan fruktosa) sebagai sumber energi untuk mempertahankan energi tubuh saat melahirkan. Gula yang ditemukan pada kurma mudah diserap oleh tubuh sehingga aman dikonsumsi dan mengurangi resiko diabetes gestasional dan juga mengandung hormon potuchsin yang berpengaruh terhadap vasokonstriksi di dalam rahim. WHO merekomendasikan untuk tidak membatasi asupan makanan dan cairan pada ibu selama persalinan dikarenakan kebutuhan energi yang begitu besar untuk mengedan. Sari kurma mengandung suatu hormon yang sering disebut dengan hormon potuchin, yang menurut para pakar medis, hormon ini berfungsi untuk mengikat rahim dan otot rahim sehingga dapat membantu mengurangi pendarahan pasca melahirkan. Selain itu, ada hormon oksitosin yang dapat membantu merangsang kontraksi pada otot-otot rahim sehingga mempermudah persalinan

Published
2019-10-04