Persalinan Dengan Menggunakan Metode Water Birth

  • Isri Rena Widiya Ningsih Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi-Indonesia
Keywords: Water birth, persalinan

Abstract

Water birth merupakan metode persalinan pervaginam dimana ibu hamil cukup bulan (aterm)
tanpa disertai penyulit dengan jalan berendam dalam air hangat. Saat ini, persalinan dengan
water birth ini sudah mulai banyak dipilih mengingat banyak keuntungan yang bisa didapat.
Ada beberapa keuntungan lain dari metode ini baik itu bagi ibu maupun bagi bayinya. Salah satu keuntungan yang sangat membantu bagi ibu adalah mengurangi rasa nyeri saat proses
persalinan. Metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-1000 fahrenheit atau 36-370Celsius dengan tujuan agar sang bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ketara antara suhu yang didalam dan diluar perut ibu. Selanjutnya proses kelahiran diteruskan dan karena tempatnya didalam air, maka bayi yang baru keluar akan berendam dulu didalam air (5-10 detik) sebelum diangkat keluar, karena suhu air hampir sama dengan air ketuban. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan bathtubs atau kolam anak kecil karena sulit untuk mempertahankan suhu yang tepat.Pendukung tekhnik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya. Metode water birth ini juga memiliki resiko dan komplikasi yang perlu diperhatikan. Persalinan dengan water birth sangat aman dilakukan selama prosedur dan tahapan-tahapannya dilaksanakan dengan baik. Persalinan menggunakan metode water birth memberikan kemanfaatan yang lebih besar daripada efek samping yang ditimbulkan, semakin mudah persalinan anak semakin baik dan bermaslahat bagi yang melahirkan dan yang dilahirkan

Published
2019-10-04