Pencegahan Konstipasi dengan Yoghurt Pada Remaja Putri di Universitas Pasir Pengaraian

  • Heny Sepduwiana Dosen Prodi D III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
  • Andriana Andriana Dosen Prodi D III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian
Keywords: Konstipasi, Yoghurt, Remaja Putri

Abstract

Konstipasi atau sembelit merupakan masalah pencernaan yang sering terjadi dan dapat menimbulkan masalah serius, konstipasi dialami adalah konstipasi primer. Konstipasi ini sering dialami oleh perempuan dari pada laki – laki, dan mengganggu kenyamanan seseorang yang mengalaminya. Ketidaknyaman yang ditimbulkan pada konstipasi bisa berupa gangguan aktivitas dan perasaan malaise. Berdasarkan International Database US Census Bureau pada tahun 2003 prevalensi konstipasi di Indonesia sebesar 3.857.327 jiwa. Angka kejadian konstipasi di dunia maupun di indonesia cukup tinggi, sekitar 12% dari populasi penduduk di seluruh dunia mengalami konstipasi. Konstipasi adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perubahan konsistensi feses menjadi keras, ukuran besar, penurunan frekuensi atau kesulitan defekasi (buang air besar). Banyak faktor yang menjadi sebab terjadinya konstipasi, diantaranya adalah kekurangan cairan, kurangnya aktifitas fisik, perubahan gaya hidup disertai dengan pola makan yang tidak benar benar seperti mengkonsumsi makanan yang tidak atau kurang mengandung serat dan nutrisi dan sering menggunakan atau penyalahgunaan obat pencahar. Konstipasi dapat menimbulkan stres berat bagi penderita akibat ketidaknyamanan. konstipasi yang terjadi berulang dan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain: hipertensi arterial, impaksi fekal, hemoroid, fisura ani serta megakolon. Melihat banyaknya gangguan dan komplikasi yang dapat terjadi akibat konstipasi, maka setiap individu harus menjaga keteraturan pola defekasinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi minuman probiotik seperti yoghurt. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi yoghurt dengan konstipasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian True eksperimen dengan rancangan pretest and posttest with control group, untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya pengaruh pengaruh mengkonsumsi yoghurt dengan frekuensi buang air besar. Berdasarkan uji T-Test diketahui ada pengaruh yoghurt terhadap frekuensi buang air besar remaja putri di Universitas Pasir Pengaraian dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan Penelitian ini yaitu Yoghurt dapat digunakan sebagai salah satu minuman herbal yang mampu mencegah konstipasi

Published
2019-10-04