Studi Literatur Pengaruh Pemberian Air Jahe terhadap Mual Muntah pada Ibu yang mengalami Emesis Gravidarum

  • Arum Dwi Jayanti Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Adiwangsa Jambi, Jambi, Indonesia
Keywords: Air jahe, mual muntah

Abstract

Mual dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang sering muncul pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi di pagi hari, tetapi dapat pula terjadi setiap hari dan malam hari, ini terjadi karena relaksasi pada otot-otot pencernaan antara lain peristaltik dilambung sehingga pencernaan makanan oleh lambung menjadi lebih lama dan mudah terjadi peristaltic balik ke esophagus, selain itu juga karena pengaruh dari homon HCG, berbagai macam cara yang dilakukan untuk mengatasi mual muntah salah satunya adalah pemberian air  jahe.

            Jahe adalah tanaman dengan sejuta khasiat yang telah dikenal sejak lama. Jahe merupakan salah satu rempah penting. Rimpangnya sangat banyak manfaatnya, antara lain sebagai bumbu masak, minuman, serta permen dan juga digunakan dalam ramuan obat tradisianal. Keungulan pertama jahe adalah kandungan minyak atsiri yang mempunyai efek menyegarkan dan memblokir reflek muntah, sedang gingerol dapat melancarkan darah dan saraf-saraf bekerja dengan baik. Hasilnya ketegangan bias dicairkan, kepala jadi segar, mual muntah pun ditekan. Aroma harum jahe dihasilkan oleh minyak arsiri, sedang oleoresisnya menyebabkan rasa pedas yang menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe merupakan bahan terapi untuk meredakan dan mengurangi rasa mual dan muntah. Selain itu jahe juga efektif dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama kehamilan dan menurunkan mual muntah pada ibu yang multigravida.

Published
2019-10-04