DETERMINAN KELUHAN GANGGUAN KULIT PADA PEMULUNG SAMPAH DI TPA KELURAHAN TERJUN KECAMATAN MEDAN MARELAN TAHUN 2019

  • Famita Rawati Siboro Universitas Prima Indonesia
  • Santy Deasy Siregar Bagian Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia

Abstract

Insidensi penyakit kulit mengalami peningkatan karena penyebab penyakitnya hidup dan berkembang biak di tempat pembuangan dan pengumpulan sampah yang kurang baik. Hal ini berdasarkan lingkungan pekerja pemulung yang terdapat bahan yang dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kulit. Dengan semakin sering dan lamanya kontak dengan sampah apalagi tidak menggunaan alat pelindung diri maka pemulung mempunyai resiko untuk terkena gangguan kulit. Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa jumlah pemulung di Tempat pembuangan akhir Kelurahan Terjun adalah 75 orang dengan karakteristik umur yang berbeda-beda, tingkat pendidikan dan lama kerja yang berbeda. Permasalahan di TPA Terjun adalah perilaku kerja pada pemulung. Dari pengamatan hasil observasi ke lapangan menemukan kondisi kerja pemulung di TPA sampah Kelurahan Terjun umumnya mengalami gangguan kulit akibat kebersihan diri (kebersihan kulit, kaki, kuku dan tangan) yang kurang diperhatikan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak benar dan tidak lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap, tindakan pemakaian alat pelindung diri (APD) dan kebiasaan melakukan personal hygiene, lama bekerja, serta jarak rumah dari TPA dengan keluhan gangguan kulit pada pemulung sampah di TPA Kelurahan Terjun. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Lokasi penelitian dilakukan di TPA Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan dan dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2019. Responden penelitian sebanyak 75 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian adalah variabel yang tidak berhubungan dengan keluhan gangguan kulit yaitu lama bekerja (P value =0,617), sedangkan variabel yang berhubungan dengan keluhan gangguan kulit yaitu jarak rumah penduduk (P value =0,000), ketidakpatuhan menggunakan APD (P value =0,000) kebiasaan melakukan personal hygiene (P value =0,000). Saran bagi pemulung agar lebih berperilaku hidup bersih dan sehat dengan cara menjaga kesehatan, kebersihan diri dan lingkungannya, serta menggunakan pelindung diri yang harus dipakai pada saat bekerja.

Kata kunci : Keluhan Gangguan kulit, Personal Hygiene, Pemulung, Perilaku, APD, TPA

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Famita Rawati Siboro, Universitas Prima Indonesia

S1 KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA

Published
2019-12-26