Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Tempat Nongkrong dengan Metode Analytical Hierarchy Process

  • Eka Martyani Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNAJA
  • santoso Santoso Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNAJA
Keywords: Nongkrong, Pengambilan Keputusan, Analytical Hierarchy Process

Abstract

Pada zaman sekarang ini tempat Nongkrong dapat dijumpai dimana-mana. Tanpa memandang usia atau kalangan apapun dan di manapun.  Tak bisa dipungkiri bahwa  seiring  berjalannya waktu tempat Nongkrong akan terus berkembang sesuai kebutuhan pasar. Dilihat dari manfaatnya tempat Nongkrong ini sebenarnya hanyalah tempat untuk berkomunikasi baik mengobrol ataupun bersenda gurau kesesama teman, dan keluarga. Dengan berbagai macam tempat nongkrong yang ada di era ini membuat para usaha bisnis bisa menarik perhatian orang banyak terutama kaum milenial. Banyaknya tempat nongkrong saat ini,  membuat penelitian  ini  mengambil  sample  empat jenis tempat nongkrong yang diminati para kaum milenial  saat ini dan berdasarkan data market share di Indonesia, keputusan terlihat bahwa bobot prioritas tertinggi yaitu The Clave dengan nilai 0,335 atau 33%, maka dapat disimpulkan bahwa responden condong memilih The Clave sebagai Tempat Nongkrong Kaum Millenial terbaik dari segi menu, harga, fasilitas dan Fotogenik. Disusul dengan D&C dengan nilai 0,286 atau 29%, lalu Warung Upnormal dengan nilai 0.241 atau 24% dan terakhir adalah Es Bidadari dengan nilai 0.138 atau 14%.Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dengan menggunakan metode AHP diharapkan dapat membantu pemilihan tempat nongkrong yang banyak diminati oleh kaum milenial dan layak serta harga yang terjangkau.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-05-23