ANALISIS MANAJEMEN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PURWOREJO

  • Maimum Maimum Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Palembang
Keywords: manajemen obat, indikator, instalasi farmasi

Abstract

Pelayanan Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Berdasarkan observasi pendahuluan ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi Instalasi Farmasi RSUD “Saras Husada” Purworejo antara lain jumlah item obat yang selalu bertambah, pemilihan jenis obat yang kurang tepat, kekosongan obat serta ketidaksesuaian antara obat yang dipesan dengan yang dikirim. Mengingat pentingnya manajemen obat, maka perlu ditelusuri gambaran keseluruhan tahap-tahap manajemen obat mulai dari seleksi, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi dan penggunaan.

Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif. Data yang berhubungan dengan proses manajemen obat dianalisis menggunakan indikator manajemen obat, kemudian hasilnya  dibandingkan dengan standar yang ada dan penelitian yang pernah dilakukan di rumah sakit yang lain, serta melakukan wawancara untuk mendukung data yang ada.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap seleksi belum menunjukkan hasil yang baik pada indikator kesesuaian obat dengan DOEN dan kesesuaian obat dengan formularium. Pada tahap perencanaan, belum membuat perencanaan kebutuhan obat pertahun sedangkan dana yang tersedia mampu mencukupi kebutuhan obat. Pada tahap pengadaan: frekuensi pengadaan obat rendah dan terdapat 15,35% faktur yang tidak sesuai dengan surat pesanan serta rata-rata keterlambatan pembayaran adalah 22 hari setelah jatuh tempo. Pada tahap penyimpanan dan distribusi sudah menunjukkan hasil yang baik. Pada tahap penggunaan, persentase penulisan obat generik pasien rawat jalan 27,1% dan rawat inap 32,3%, persentase penulisan resep sesuai dengan formularium untuk pasien rawat jalan 89,95 % dan pasien rawat inap 87,78 %, persentase penulisan resep obat antibiotik untuk pasien rawat jalan 12,57% dan 24,82% untuk pasien rawat inap, persentase penulisan resep injeksi pada pasien rawat inap adalah 47,26% serta rata-rata jumlah item obat per lembar resep adalah 2,9 untuk rawat inap dan rawat jalan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-02-08