Uji Efektivitas Ekstrak Buah Kurma (Phoenix dactylifera) Dan Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Sebagai Nefroprotektor Terhadap Tikus Yang Di Induksi Paracetamol

  • Aditiya Ramadhan Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
  • Yuliani Mardiati Lubis Departemen Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, tenggorokan, Kepala dan leher, Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
  • Sri Wahyuni Nasution Departemen Tropical Medicine, Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
  • Sri Lestari Ramadhani Nasution Departemen Tropical Medicine, Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
  • Ermi Girsang Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
  • Ali Napiah Nasution Department of Tropical Medicine, Faculty of Medicine, University of Prima Indonesia Medan

Abstract

Penggunaan paracetamol dalam jangka panjang dapat membentuk senyawa NAPQI (N-asetil-p-benzokuinon) yang berasal dari hasil metabolisme parasetamol yang tidak dapat berikatan dengan reseptor sehingga dapat menyebabkan radikal bebas dan bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) dan ekstrak buah kurma (Phoenix dactylifera) sebagai nefroprotektor. Untuk menguji efektivitas digunakan tikus yang di induksi paracetamol. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) dan ekstrak buah kurma (Phoenix dactylifera) memiliki efektivitas sebagai nefroprotektor dengan buah mahkota dewa lebih efektif dibandingkan dengan buah kurma.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-02-08