Uji Efektivitas Ekstrak Buah Kurma (Phoenix dactylifera) Dan Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Dari Pemeriksaan SGOT dan SGPT Terhadap Tikus Yang Di Induksi Paracetamol

  • Tri Lestari Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
  • Yuliani Mardiati Lubis Departemen Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, tenggorokan, Kepala dan leher, Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
  • Sri Wahyuni Nasution Departemen Tropical Medicine, Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
  • Sri Lestari Ramadhani Nasution Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia.
  • Djong Hon Tjong Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Science, Andalas University, Padang, Indonesia
  • Hermansyah Aziz Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Science, Andalas University, Padang, Indonesia
  • Rahmiana Zein Department of Biologi, Faculty of Mathematics and Natural Science, Andalas University, Padang, Indonesia
  • Ali Napiah Nasution Departemen Tropical Medicine, Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia, Medan-Indonesia
Keywords: Parasetamol, Mahkota dewa, Buah kurma

Abstract

Banyak obat yang telah dilaporkan dapat menyebabkan hepatotoksisitas, salah satunya adalah parasetamol.  Hepatotoksisitas dapat dicegah dengan pemberian agen hepatoprotektif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mahkota dewa dan ekstrak buah kurma memiliki efektivitas sebagai hepatoprotektor. Hepatotoksisitas parasetamol pada manusia dapat terjadi setelah penggunaan dosis tunggal 10-15 gram. Mekanisme hepatotoksik parasetamol berkaitan dengan penurunan kadar glutanin hati akibat metabolit parasetamol yaitu N-Acetyl-p-Benzoquinoneimine (NAPQI) yang merupakan metabolit reaktif dari parasetamol yang bersifat toksik pada hati.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-02-08